Senin, 16 Maret 2015

Conditional sentence

Hello all, today we learn about conditional sentence, did you know what is the conditional sentence mean? Oke if you don’t understand what it’s conditional sentence let’s see i will try to explain about the conditional sentence. Oke we review when we study Indonesian language we know we learn about causal relationship or we call it hubungan sebab akibat, there’s no big different from Indonesian language theory, conditional sentence there is combined two sentence , first part sentence tell about the reason something happen and the second sentence it’s about the consequence from the first part sentence and the rule of conditional sentence it’s starting with if (subordinate conjunction).

We have 4 type of condional sentence we can use : there it’s type 1, type 2, type 3 and the last type 0 where it’s different? Let’s we see the structure of conditional sentence for type 1,2,3,and 0

Type 0 : if + simple present, simple present
Type 1 : if + simple present, will + bare infinitive
Type 2 : if + simple past, would/could/might + bare infinitive
Type 3 : if + past perfect, would/should/could/might have + past participle

We can see a different between the structure for any type, i will give example to make you understand what i mean J

type 0 : if you study hard today, it’s become usefull for your future
Type 0 conditional sentence it’s usually we use for scientific fact, that about fact statement

Type 1 : if i meet her, i will introduce to you
Type 1 conditional sentence it’s usually for something it’s maybe could happen statement

Type 2 : if you leave me alone, i would cry all day
Type 2 conditional sentence it’s usually for someting it’s most like impossible statement

Type 3 : if you can life alone, i would have to given you place to stay
Type 3 conditional sentence it’s usually for something impossible statement

Okey that it’s conditions sentence theory hopefully it’s usefull for everyone who needed, thank you for read and attention see you with a next article

Resource  :





Senin, 19 Januari 2015

kasus pelanggaran perdagangan bebas dan suap

Seperti yang sudah kita rencanakan sebelumnya kita akan membahas tetang kasus pelanggaran yang terjadi pada pasar bebas

Pengadilan Rakyat Mengadili WTO, Investasi, Perdagangan Bebas dan Perusahaan Multi Nasional yang Merugikan Rakyat


Media advisory
Gerak Lawan dan Social Movements for an Alternative Asia
Rabu, 4 Desember 2013
Rakyat dari seluruh dunia berkumpul di melakukan Pengadilan Rakyat terhadap Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Investasi, Perdagangan Bebas dan Perusahaan Multi Nasional. Prosesi ini adalah salah satu cara rakyat untuk benar-benar menyatakan WTO bertentangan secara hokum, dengan norma dan nilai hukum yang berlaku universal.Pengadilan tersebut dilakukan terhadap kasus-kasus pelanggaran terhadap hak atas kehidupan dan penghidupan dari rakyat di seluruh dunia yang secara khusus diberikan terhadap pelanggaran yang terjadi di Indonesia, India, Thailand, Kanada, Korea, dan kasus-kasus yang terjadi secara internasional melintasi batas negara.
Terdapat tujuh kasus Indonesia yang disidangkan:
1.   Kasus privatisasi air di Jakarta dengan pelaku yaitu PAM Lyonnais Jaya Ltd. dan Aetra Air Jakarta Ltd.
2.   Kasus yang dilakukan oleh perdagangan bebas udang dan Charoen Pokphand Indonesia Tbk yang melanggar HAM dari petambak plasma Dipasena.
3.   Kasus yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia terhadap hak atas lingkungan yang bersih dan sehat.
4.   Kasus Japan Bank for Internasional Corporation (JBIC) dalam kasus Donggi Senoro LNG.
5.   Kasus perusakan hak ibu pertiwi yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan batubara dan fasilitasi Walikota Samarinda untuk mengeruk sumber daya alam.
6.   Kasus kejahatan dari Lafarge Cement Indonesia terhadap perempuan di Aceh atas sumber daya air bersih yang dilanggar dengan mengeruk sumber daya untuk pabrik semen yang telah mencemari lingkungan.
7.   Kejahatan atas pestisida dan bibit yang dilakukan oleh sekitar 50 lebih perusahaan pestisida yang harus bertanggung jawab atas kejahatan yang meracuni makanan dan tubuh manusi melalui pestisida secara diam-diam dan tersistematis.
Pada hari ini, para penuntut, yang mewakili masyarakat dunia, mendakwa perusahaan multinasional yang beroperasi di bawah perlindungan rezim pasar bebas dan seringkali memperoleh kekebalan hukum dari berbagai kejahatan terhadap umat manusia dan alam. Dakwaan menggunakan norma-norma hak asasi manusia yang bersifat universal. Selanjutnya dakwaan akan diteruskan melalui mekanisme internasional seperti mekanisme dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa termasuk kepada para pelapor khusus di PBB.
Sidang ditunda hingga esok hari untuk mendengar Keputusan dari Majelis Hakim dari pengadilan rakyat internasional. Ikuti keputusan Pengadilan Rakyat terhadap WTO pada Kamis tanggal 5 Desember 2013 pukul 13.00 WITA, GOR Yowana Mandala, Jl. Trengguli, Tembau Denpasar Timur.

Dari artikel diatas kita dapat melihat dan mengevaluasi bahwa proteksi dalam perdagangan bebas hanya bisa meminimalisir resiko dampak negatif dalam perdagangan bebas, namun tidak bisa menghindari timbulna dampak negatif seperti yang terjadi di dalam negri kasus diatas mempelihatkan bahwa proteksi terhadap sumberdaya di Indonesia sangat rentan dengan penyimpangan dari pelaku usaha. Hal ini disebabkan ketdak tegasan pemerintah dalam menegakakn dan memberikan keputusan kebijakan belaku.
Selain contoh diatas kita dapat belajar dari contoh banyak gratifikasi yang masih dilayani untuk kepentingan usaha pelaku usaha sehingga terjadilah monopoli perdagangan serta kasus suap untuk jalan pintas m enerobos kebijakan proteksi diIndonesia.

Seperti kasus gratifikasi impor Daging sapi dan masih banyak lagi kasus lainnya. Sekian artikel tentang kasus pelanggaran pasar bebas dan suap semoga bermanfaat dan bisa menjadi masukan yang baik bagi pembaca sehingga kita bisa sadar bahwa pembangunan Indonesia berawal dari tangan pemuda bangsa jadilah generasi emas untuk say no to korupsi J

Pasar Bebas

Hallo pembaca sekalian, hari ini saya akan menulis dan membahas tentang perdagangan bebas sebelum di bahas tentu kita harus tau dulu apa itu perdagangan bebas.

Berikut definisi Perdagangan Bebas atau Liberalisasi Perdagangan dari beberapa sumber :
Wikipedia
perdagangan bebas atau liberalisasi perdagangan adalah kebijakan di mana pemerintah tidak melakukan diskriminasi terhadap impor atau ekspor

Menurut Adam Smith
pasar bebas yaitu sebuah wadah yang dipakai untuk menampung yang dihasilkan oleh setiap individu berpangkal pada paham kebebasan yang diberikan kepada seluruh pelaku ekonomi agar dapat menjalankan kegiatan ekonomi sesuai dengan keinginan mereka tanpa adanya campur tangan dari pemerintah negara tersebut baik itu tugas presiden atau pun orang-orang yang berada di lembaga legislatif dan strukturnya

Menurut BusinessDirectory
Pengertian pasar bebas menurut businessdirectory.com adalah dimana pembeli dan penjual dapat membuat penawaran yang mereka inginkan membuat tanpa gangguan apapun, kecuali oleh kekuatan permintaan dan penawaran.

Dari ketiga definisi diatas kita dapat menyimpulkan bahwa definisi pasar bebas adalah kebijakan yang mengatur, mengkondisikan pertemuan pembeli dan penjual dalam kegiatan ekonomi tanpa ada campurtangan dari pemerintah.

Setelah kita mengetahui definisi dari perdagangan internasinal, mari kita beranjak untuk membahas tentang latar belakang terjadinya perdagangan bebas.
Menurut Menurut David Ricardo, pada dasarnya perdagangan internasional didorong oleh adanya comparative advantange dimana produk di suatu negara tidak dapat diproduksi negara lain dan competitive advantange dimana negara dapat mengambil keuntungan dari spesialisasi produk yang memiliki opportunity cost lebih kecil dari negara mitra dagangnya.

Selain teori David Ricardo denga teori keunggulan absolutnya kita bisa jabarkan bahwa faktor pendorong terjadinya perdagangan bebas adalah :
1. kebutuhan yang tidak bisa terpenuhi disuatu daerah
2. produksi berlebih dalam suatu daerah
3. ketimpangan distribusi
4. tujuan memperluas pasar
Dan masih banyak lainnya

Tujuan perdagangan bebas

Tujuan utama perdagangan bebas merupakan jawaban dari latar belakang terjadinya perdagangan bebas yaitu memenuhi kebutuhan yang tidak terprnuhi yang tidak bisa di produksi didalam negri, kemudian setelah kebutuhan terpenuhi tentunya suatu daerah atau negara akan ikut serta masuk dalam pasar bebas untuk menyalurkan distribusi berlebih untuk mendapatkan keuntungan lebih tanpa adanya pihak ke 3 yang ikut campur sehingga biaya pemenuhan barang kebutuhan bisa turun dan harga dimasyarakatpun tidak akan tinggi.

Dalam setiap kegiatan tentunya ada dampak postif dan negatif dalam perdagangan bebas pun akan menimbulkan dampak positif dan negatif

Dampak positif :
1. efisiensi produksi dan biaya
2. pemenuhan kebutuhan secara efektif
3. akan timbul persaingan sehingga harga barang akan lebih murah
Dll

Dampak negatif :
1. timbul monopoli pasar
2. ketergantungan produksi
3. kecaman produk dari wilayah yang dituju
Dll

Dampak negatif ini bisa diatasi dengan proteksi dari badan usaha dunia dalam bidang perdagangan sehingga resiko dampak negatif dari perdagangan bebas bisa diminimalisir.

Era Pasar Bebas datang bukan untuk ditakuti, namun untuk dihadapi. Untuk itu kita harus bisa bersaing sehingga budaya kita tidak tertinggal jauh dan tidak hilang akibat pasar bebas.

Diartikel berikutnya kita akan membahas tentang kasus pelanggaran yang terjadi dalam era perdagangan bebas, terimakasih atas perhatiannya semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Sumber :




Sabtu, 13 Desember 2014

PENYIMPANGAN ETIKA BISNIS

Jika kita menilai bisnis dari sudut pandang ekonomis, bisnis merupakan kegiatan ekonomis. Dan bisnis merupakan seluruh kegiatan ekonomi diantaranya tukar menukar, jual beli, memproduksi memasarkan, dan kegiatan lainnya dengantujuan untuk mencari keuntungan.

Sebagai manusia tentunya kita tau jika bisnis yang baik adalah bisnis yang menguntungkan kedua pihak, bukan hanya 1 pihak saja, namun di dunia yang sudah moderen ini ternyata masih banyak pihak yang menjalankan bisnis hanya dengan memikirkan keuntungan untuk dirinya sendiri, contoh, seseorang yang akan menjual sepeda motornya kepada seorang pembeli. Penjual tersebut menjual dengan harga tinggi. Padahal, banyak kekurangan pada motor tersebut. Namun si penjual tidak mengatakan hal tersebut kepada pembelinya. Dia tidak peduli dengan kerugian yang akan ditanggung oleh si pembeli. Yang diinginkan penjual tersebut adalah mendapat banyak keuntungan. Hal ini hanya ada satu pihak yang diuntungkan, sedangkan yang lain dirugikan.

Perilaku tidak etis dalam kegiatan bisnis sering juga terjadi karena peluang-peluang yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan yang kemudian disahkan dan disalah gunakan dalam penerapannya dan kemudian dipakai sebagai dasar untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar etika bisnis.

Dengan tidak mengindahkan peranan sentral dari sudut pandang ekonomis, perlu ditambahkan juga sudut pandang moral. Dalam kegiatan berbisnis, mengejar keuntungan adalah hal yang wajar, asalkan dalam mencapai keuntungan tersebut tidak merugikan banyak pihak. Jadi, dalam mencapai tujuan dalam kegiatan berbisnis ada batasnya. Kepentingan dan hak-hak orang lain perlu diperhatikan. Perilaku etis dalam kegiatan berbisnis adalah sesuatu yang penting demi kelangsungan hidup bisnis itu sendiri. Bisnis yang tidak etis akan merugikan bisnis itu sendiri terutama jika dilihat dari perspektif jangka panjang. Bisnis yang baik bukan saja bisnis yang menguntungkan, tetapi bisnis yang baik adalah selain bisnis tersebut menguntungkan juga bisnis yang baik secara moral. Perilaku yang baik, juga dalam konteks bisnis, merupakan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai moral.

Bisnis juga terikat dengan hukum. Dalam praktek hukum, banyak masalah timbul dalam hubungan dengan bisnis, baik pada taraf nasional maupun taraf internasional. Walaupun terdapat hubungan erat antara norma hukum dan norma etika, namun dua macam hal itu tidak sama. Ketinggalan hukum, dibandingkan dengan etika, tidak terbatas pada masalah-masalah baru, misalnya, disebabkan perkembangan teknologi. Pada tahun 1985 di Indonesia terjadi kasus menggemparkan dengan berita dalam media massa Internasional tentang dibajaknya kaset rekaman yang memuat lagu-lagu artis kondang dan dibuat untuk tujuan amal. Pada saat itu perbuatan tersebut menurut hukum yang berlaku di Indonesia masih dimungkinkan, tetapi dari segi etika tentu tidak dibenarkan karena dua alasan, pertama dengan pembajakan kaset ini, berarti melanggar hak milik orang lain, kedua pembajakan lebih jelek lagi karena kaset itu berkaitan dengan maksud amal. Dapat dimengerti bila reaksi di luar negeri terhadap pembajak Indonesia itu sangat tajam dan emosional.

Tanpa disadari, kasus pelanggaran etika bisnis merupakan hal yang biasa dan wajar pada masa kini. Secara tidak sadar, kita sebenarnya menyaksikan banyak pelanggaran etika bisnis dalam kegiatan berbisnis di Indonesia. Banyak hal yang berhubungan dengan pelanggaran etika bisnis yang sering dilakukan oleh para pebisnis yang tidak bertanggung jawab di Indonesia. Berbagai hal tersebut merupakan bentuk dari persaingan yang tidak sehat oleh para pebisnis yang ingin menguasai pasar. Selain untuk menguasai pasar, terdapat faktor lain yang juga mempengaruhi para pebisnis untuk melakukan pelanggaran etika bisnis, antara lain untuk memperluas pangsa pasar, serta mendapatkan banyak keuntungan. Ketiga faktor tersebut merupakan alasan yang umum untuk para pebisnis melakukan pelanggaran etika dengan berbagai cara.

Pelanggaran etika bisa terjadi di mana saja, termasuk dalam dunia bisnis. Untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya banyak perusahaan yang menghalalkan segala cara. Praktek curang ini bukan saja merugikan masyarakat, tapi perusahaan itu sendiri sebenarnya.

Perilaku etis dalam kegiatan berbisnis adalah sesuatu yang penting demi kelangsungan hidup bisnis itu sendiri. Bisnis yang tidak etis akan merugikan bisnis itu sendiri terutama jika dilihat dari perspektif jangka panjang. Bisnis yang baik bukan saja bisnis yang menguntungkan, tetapi bisnis yang baik adalah selain bisnis tersebut menguntungkan juga bisnis yang baik secara moral.

Banyak hal yang berhubungan dengan pelanggaran etika bisnis yang sering dilakukan oleh para pebisnis yang tidak bertanggung jawab di Indonesia. Praktek bisnis yang terjadi selama ini dinilai masih cenderung mengabaikan etika, rasa keadilan dan kerapkali diwarnai praktek-praktek tidak terpuji atau moral hazard.

Buat kalian nih para pebisnis coba deh pikirin lagi sebagai manusia yang punya hati nurani kalo kita sebagai pembeli lalu apa yang kita beli tidak sesuai harapan apa yang dirasa? Tentunya kecewa bukan? Mungkin usaha atau bisnis yang tidak mengindahkan etika akan sukses pada awalnya, namun untuk kelangsungan hidup dari usaha tersebut siapa yang tau karena ketidakpuasan pelanggan merupakan sumber utama keberhasilan suatu produk diterima masyarakat.

Berikut ini kita lihat kasus pelanggaran etika bisnis yang pernah terungkap di media:
  • Pelanggaran etika yang sering dilakukan oleh pihak swasta, menurut ketua Taufiequrachman Ruki (Ketua KPK Periode 2003-2007), adalah penyuapan dan pemerasan. Berdasarkan data Bank Dunia, setiap tahun di seluruh dunia sebanyak US$ 1 triliun (sekitar Rp 9.000 triliun) dihabiskan untuk suap. Dana itu diyakini telah meningkatkan biaya operasional perusahaan. (Koran Tempo - 05/08/2006)
  • Di bidang keuangan, banyak perusahaan-perusahaan yang melakukan pelanggaran etika. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Erni Rusyani, terungkap bahwa hampir 61.9% dari 21 perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ tidak lengkap dalam menyampaikan laporan keuangannya (not available).
  • Pelanggaran etika perusahaan terhadap pelanggannya di Indonesia merupakan fenomena yang sudah sering terjadi. Contohnya adalah kasus pelezat masakan merek ”A”. Kehalalan “A” dipersoalkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada akhir Desember 2000 setelah ditemukan bahwa pengembangan bakteri untuk proses fermentasi tetes tebu (molase), mengandung bactosoytone (nutrisi untuk pertumbuhan bakteri), yang merupakan hasil hidrolisa enzim kedelai terhadap biokatalisator porcine yang berasal dari pankreas babi.
  • Kasus lainnya, adalah produk minuman berenergi yang sebagian produknya diduga mengandung nikotin lebih dari batas yang diizinkan oleh Badan Pengawas Obat dan Minuman. Kita juga masih ingat, obat anti-nyamuk “H” yang dilarang beredar karena mengandung bahan berbahaya.
  • Pada kasus lain, suatu perusahaan di kawasan di Kalimantan melakukan sayembara untuk memburu hewan Pongo. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan habitat hewan tersebut untuk digunakan sebagai lahan perkebunan sawit. Hal ini merupakan masalah bagi pemerintah dan dunia usaha, dimana suatu usaha dituntut untuk tetap melestarikan alam berdampingan dengan kegiatan usahanya.
  • Selain itu, pelanggaran juga dilakukan oleh suatu perusahaan di kawasan Jawa Barat. Perusahaan tersebut membuang limbah kawat dengan cara membakar kawat tersebut tersebut. Hal ini menyebabkan asap hitam pekat yang membuat orang mengalami sesak napas dan pusing saat menghirupnya. Perusahaan tersebut disinyalir tidak melakukan penyaringan udara saat pembakaran berlangsung. Hal ini dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat sekitar yang berdekatan dengan lokasi pabrik tersebut.


Kebayang kan dari contoh kasus penyimpangan etika dalam berbisnis itu sangat merugikan! Gak cuman manusia namun alam pun akan rusak dengan penyimpangan etika yang seperti ini. Buat para pengusaha sadarilah kita hidup tidak sendiri alam membutuhkan kita untuk hidup dan kita bisa hidup dari alam jadi bijaksana dalam mengelola lingkungan dan kepentingan sesama manusia adalah tanggung jawab kita semua.

Semoga pengetahuan tentang penyimpangan etika bisnis ini bermanfaat dan dapat di jadikan pelajaran berharga untuk kita semua. J

Sumber artikel terkait :


Minggu, 23 November 2014

contoh kasus amoral bisnis

Contoh Kasus Amoral
Dalam artikel sebelumnya kita membahas tentang Amoral dalam bisnis, kita sudah mengetahui bahwa amoral dalam bisnis merupakan tindakan dalam bisnis yang tidak berhubungan dengan moral
Contoh Kasus Amoral Bisnis :
·         Sebuah Perusahaan memiliki tujuan untuk mendapat keuntungan, tentunya semua perusahaan memiliki harapan agar bisnisnya bisa berkembang dan memperoleh keuntungan. Hal ini wajar tentunya dan tidak memilki kaitan dengan moral perusahaan.
·         Perusahaan yang membangun cabang untuk memperluas usahaanya tentunya ini merupakan hal yang wajar dilakukan untuk mencapai tujuan
·         Perusahaan memperkerjakan karyawannya

Dari ke dua contoh kasus diatas merupakan contoh kasus tindakan yang tidak ada hubungannya dengan moral, namun jika keuntungan yang diharapkan tidak relalistis dan dengan menggunakan segala cara tentunya hal ini menjadi hal yang buruk dilakukan walaupun tidak berhubungan dengan moral, namun kewajiban perusahaan menjadi terabaikan karena tujuan yang tidak realistis dengan keadaan.

Misal kasus 1: Pedagang tahu yang menggunakan formalin untuk mengawetkan tahu, agar tahu dagangannya bisa bertahan lama dan mendapat keuntungan yang lebih banyak, tentunya pedagang ini tidak salah mengharapkan keuntungan lebih, namun dia bertanggung jawab atas cara yang dilakukan untuk mendapat keuntungan tersebut, karena secara tidak langsung dari keinginannya tersebut menimbulkan kerugian bagi orang lain dalam hal ini konsumen. Walaupun tidak berhubungan dengan moral namun kasusu ini berhubungan dengan tanggung jawab terhadap sesama.

Misal Kasus 2 : kasus pembukaan minimarket yang bersebelahan dengan pasar tradisional, dalam dunia bisnis tentunya hal ini merupakan hal yang sering terjadi dalam persaingan bisnis tentunya pembukaan mini market bersebelahan dengan pasar tradisional atau warung tidaklah berhubungan dengan moral, namun apabila warung atau pasar tradisional yang sudah lama berdiri tutup dan bangkrut akibat bisnis retail ini tentunya pemilik bisnis tersebut bertanggung jawab atas hilangya pasar tradisional yang sudah lama ada sebelum pasar retail tersebut masuk.

Misal kasus 3 : kasus pabrik ataupun perusahaan yang mempekerjakan karyawannya merupakan kewajaran, namun menjadi tidak wajar jika karyawan di pekerjakan di hari libur yang sudah ditentukan pemerintah, karena waktu yang seharusnya karyawan habiskan bersama keluarga harus dikorbankan, walaupun tidak menyangkut dengan moral namun perusahaan atau pabrik harus bertanggung jawab atas pengorbanan yang dilakukan karyawan tersebut.

Dari kedua kasus diatas tentunya kita bisa melihat bagaimana contoh kasus amoral dalam kehidupan berbisnis, walaupun tidak berhubungan dengan moral namun amoral memiliki dampak yang harus dipertanggung jawabkan.


Dalam berbisnis tentunya kita bisa memilih kan bagaimana bisnis yang sesuai dengan moral dan tidak merugikan orang lain, sekian artikel tentang kasus amoral bisnis. Sekian semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.