Minggu, 16 Maret 2014

Penalaran Ilmiah Dalam kaitannya dengan Penulisan Ilmiah

Dalam artikel sebelumnya saya telah membahas tentang Penalaran, kali ini saya akan membahas tentang Penalaran Ilmiah dalam kaitannya dengan penulisan Ilmiah.

Pertama, ada yang masih ingat tentang definisi dari Penalaran ?

Penalaran (Reasioning) adalah suatu proses berfikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan.

Dalam KBBI (2002 :370-371) di jelaskan bahwa kata ilmiah diartikan bersifat ilmu atau memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan.

Dari definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa, Penalaran Ilmiah merupakan proses berfikir manusia yang menghubungkan bukti berdasarkan fakta/ petunjuk yang memenuhi syarat ilmu pengetahuan untuk mendapatkan hasil berupa kesimpulan (ilmu/fakta).

Definisi Penulisan Ilmiah secara umum adalah suatu tulisan dalam bentuk artikel atau yang lain, misalnya semacam skripsi berdasarkan riset.
(Sarwono, jonathan,” pintar menulis karya ilmiah, kunci sukses dalam menulis ilmiah” .,penerbit  :andi , jogjakarta 2010)

Hubungan Penalaran Ilmiah dalam kaitannya dengan Penulisan Ilmiah
Dari 2 definisi diatas sudah jelas bahwa Penalaran merupakan proses pemikiran, sedangkan Penulisan Ilmiah merupakan suatu tuisan berdasarkan riset.

Jadi untuk menghasilkan suatu Penulisan Ilmiah dibutuhkan Penalaran Ilmiah sebagai proses berfikir secara logis untuk memecahkan masalah yang di tuliskan dalam bentuk artikel yang di uji berdasarkan riset dari data dan informasi dan kenyataan yang ada.

Ciri-ciri Penulisan Ilmiah berdasarkan sumber yag saya dapat adalah sebagai berikut:
1.    Struktur
Penulisan ilmiah memiliki struktur penulisan yang terdiri dari bagian awal(pendahuluan), inti (pokok bahasan), dan penutup.

2.    Komponen dan substansi
Komponen penulisan ilmiah bervariasi tergantung dengan artikel apa yang akan di tulis

3.    Sikap penulis
Sikap penulis dalam penulisan ilmiah adalah objektif, artinya tidak menitik beratkan pada suatu argumen untuk mendukung presepsinya, namun memberikan bukti kebenaran.

4.    Penggunaan bahasa
Penggunaan bahasa dalam penulisan ilmiah adalah bahasa yang baku tidak bermakna ganda dan efektif.

Pada hakikatnya Penulisan ilmiah mengemukakan kebenaran melalui metodenya yang sistematis, metodelogis, dan konsisten.

Syarat suatu artikel disebut tulisan ilmiah adalah sebagai berikut :
1.    Lugas tidak emosional :Tidak bermakna ganda
2.    Logis :Disusun berdasarkan urutan yang konsisten
3.    Efektif :tidak bercabang, atau fokus terhadap masalah
4.    Efisien :penggunaan kata yang tepat
5.    Ditulis dengan bahasa indonesia yang baku

Macam-macam penulisan ilmiah :
1.    Skrips
2.    Thesis
3.    Desertasi
4.    Dll
Sekian artikel tentang Penalaran Ilmiah dalam kaitannya dengan Penulisan Ilmiah, semoga bermanfaat.

Sumber Landasan Teori Artikel :
http://ebod-suherman.blogspot.com/2013/10/pengertian-macam-sifat-dan-bentuk-dari.html
http://www.fali.unsri.ac.id/index.php/menu/42http://hadi27.wordpress.com/penalaran-dalam-penulisan-karya-ilmiah/
http://othersidemiku.wordpress.com/2012/08/12/karya-tulis-ilmiah-populer/
Sarwono, jonathan,” pintar menulis karya ilmiah, kunci sukses dalam menulis ilmiah” .,penerbit  :andi , jogjakarta 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar