Senin, 15 Oktober 2012

HUBUNGAN USAHA KECIL MENENGAH DENGAN PENGIKATAN TARAF HIDUP MASYARAKAT SEKITAR


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dalam dunia ekonomi era globalisasi saat ini untuk membuka usaha tidak perlu memiliki modal yang besar untuk mencapai kesuksesaan, karena di era globalisasi teknologi sudah semakin canggih.  Maka dari itu di era globalisasi ini masyarakat dari semua kalangan berhak mendapatkan kesempatan untuk membuka usaha.

Dalam prakteknya saat ini banyak pengusaha dari kelas menengah kebawah yang ahirnya bisa naik dan berhasil menjadi pengusaha sukses, hal ini berkat ketekunan dari sang pengusaha yang di berikan kesempatan untuk mendirikan usaha.

Pemerintah saat ini sudah mulai menyadari bahwa usaha kecil menengah ini  memberikan dampak positiv bagi lingkungan yang berada di sekitarnya mengurangi pengangguran, meningkatkan pendapatan daerah bagi wilayah setempat dan mengurangi tingkat kriminalitas bagi para penduduk yang berada di daerah sekitar usaha tersebut.

Dalam pembahasan makalah kali ini kita akan membahas dan melihat tentang hubungan Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan peningkatan taraf hidup bagi masyarakat sekitarnya.

1.2 Permusan Masalah
Ø  Adakah hubungan antara berdirinya Sebuah UKM dengan Peningkatan Taraf hidup bagi masyarakat sekitarnya

1.3 Tujuan Penelitian
Ø  Untuk mengetahui adanya hubungan pendirian UKM dengan kesejahteraan masyarakat sekitar

1.4 Manfaat Penelitian
Ø  Memberikan Informasi tentang hubungan pendirian UKM dengan kesejeahteraan masyarakat sekitar
Ø  Memberikan Informasi pada pembaca tentang manfaat mendirikan UKM

Bab 2
PEMBAHASAN

2.1 Landasan Teori

Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”

Beberapa lembaga atau instansi bahkan UU memberikan definisi Usaha Kecil Menengah (UKM), diantaranya adalah Kementrian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menegkop dan UKM), Badan PusatStatistik (BPS), Keputusan Menteri Keuangan No 316/KMK.016/1994 tanggal 27 Juni 1994, dan UU No. 20 Tahun 2008.

Definisi UKM yang disampaikan berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya

1.      Menurut Kementrian Menteri Negara Koperasi dan Usaha KecilMenengah (Menegkop dan UKM), yang dimaksud dengan Usaha Kecil (UK), termasuk Usaha Mikro (UMI) adalah entitas usaha yangmempunyai memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000,-tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, dan memiliki penjualan tahunan paling banyak Rp 1.000.000.000,- . Sementara itu, Usaha Menengah (UM) merupakan entitas usaha milik warga negara Indonesia yang memiliki kekayaan bersih antara Rp 200.000.000 s.d.Rp 10.000.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan.

2.     Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan definisi UKM berdasarkankuantitas tenaga kerja. Usaha kecil merupakan entitas usaha yangmemiliki jumlah tenaga kerja 5 s.d 19 orang, sedangkan usahamenengah merupakan entitias usaha yang memiliki tenaga kerja 20s.d. 99 orang.

3.     Berdasarkan Keputuasan Menteri Keuangan Nomor316/KMK.016/1994 tanggal 27 Juni 1994, usaha kecil didefinisikansebagai perorangan atau badan usaha yang telah melakukankegiatan/usaha yang mempunyai penjualan/omset per tahun Rp 600.000.000 atau aset/aktiva setinggi-tingginyaRp 600.000.000 (di luar tanah dan bangunan yang ditempati) terdiri dari :

a.    Badang usaha (Fa, CV, PT, dan koperasi) dan

b.      Perorangan (pengrajin/industri rumah tangga, petani, peternak,nelayan, perambah hutan, penambang, pedagang barang dan jasa)

4.     Pada tanggal 4 Juli 2008 telah ditetapkan Undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Definisi UKMyang disampaikan oleh Undang-undang ini juga berbeda dengan definisi di atas.

Definisi Usaha Kecil menurut UU No 20 Tahun 2008 adalah entitas yang memiliki kriteria sebagai berikut :
a.    Kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,00 (lima puluh jutarupiah) sampai dengan Rp 500.000.000,00 (lima ratus jutarupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha;

b.    Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300.000.000,00(tiga ratus juta rupiah) sampai dengan Rp 2.500.000.000,00(dua milyar lima ratus juta rupiah).


Sementara itu, yang disebut dengan Usaha Menengah adalah entitas usaha yang memiliki kriteria sebagai berikut :

a.      kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,00 (lima ratus jutarupiah) sampai dengan paling banyak Rp 10.000.000.000,00(sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunantempat usaha

b.     Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00(dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai denganRp 50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah)

Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut:

1.      Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
2.     Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah)
3.     Milik Warga Negara Indonesia
4.     Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar
5.     Berbentuk usaha orang perorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.

Pada prinsipnya definisi dan kriteria UKM di negara-negara asingdidasarkan pada aspek-aspek sebagai berikut :
a.      jumlah tenaga kerja,
b.      pendapatan danc. jumlah aset.

Dalam perspektif perkembangannya, UKM dapat diklasifikasikanmenjadi 4 (empat) kelompok yaitu:

1.      Livelihood Activities 
merupakan UKM yang digunakan sebagaikesempatan kerja untuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenalsebagai sektor informal. Contohnya adalah pedagang kaki lima

2.     Micro Enterprise 
merupakan UKM yang memiliki sifat pengrajin tetapi belum memiliki sifat kewirausahaan

3.     Small Dynamic Enterprise 
merupakan UKM yang telah memiliki jiwakewirausahaan dan mampu menerima  pekerjaan sub kontrak dan ekspor

4.     Fast Moving Enterprise 
merupakam UKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan akan melakukan transformasi menjadi UsahaBesar (UB)


Laporan Internship Semester Ganjil 2008/2009 Bakrie School of Management

2.2 Masyarakat Sejahtera
Dalam membahas kesejahteraan, tentu harus diketahui dahulu tentang pengertian sejahteraan. Sejahtera menurut W.J.S Poerwadarimta adalah ‘aman, sentosa, dan makmur’. Sehingga arti kesejahteraan itu meliputi kemanan, keselamatan dan kemakmuran.[1] Dalam arti sempit, kata sosial menyangkut sector kesejahteraan sosial sebagai suatu bidang atau bagian dari pembangunan sosial atau kesejahteraan rakyat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia, terutama yang dikatagorikan sebagai kelompok yang tidak beruntung dan kelompok rentan. Yaitu hal yang menyangkut program-program atau pelayanan-pelayanan sosial untuk mengatasi masalah-masalah sosial seperti, kemiskinana, ketelantaran, ketidakberfungsian fisik dan psikis, tuna sosial, tuna susila dan kenakalan remaja
Menurut Segel dan Bruzy (1998:8), “Kesejahteraan sosial adalah kondisi sejahtera dari suatu masyarakat. Kesejahteraan sosial meliputi kesehatan, keadaan ekonomi, kebahagiaan, dan kualitas hidup rakyat”. Sedangkan Wilensky dan Lebeaux (1965:138) merumuskan kesejahteraan sosial sebagai sistem yang terorganisasi dari pelayanan-pelayanan dan lembaga-lembaga sosial, yang dirancang untuk membantu individu-individu dan kelompok-kelompok agar mencapai tingkat hidup dan kesehatan yang memuaskan. Maksudnya agar tercipta hubungan-hubungan personal dan sosial yang memberi kesempatan kepada individu-individu pengembangan kemampuan-kemampuan mereka seluas-luasnya dan meningkatkan kesejahteraan mereka sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2284125-pengertian-kesejahteraan-sosial-masyarakat/#ixzz29QaQUXW
2.3 Hubungan Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan peningkatan taraf hidup bagi masyarakat sekitarnya (Kesejahteraan)
Mendirikan Usaha Kecil Menengah ternyata memiliki hubungan terhadap kesejahteraan bagi masyarakat sekitar yang berada dalam lingkungan usaha tersebut, hal ini di buktikan ketika UKM berdiri dalam sebuah desa maka tingkat pengangguran di desa tersebut mengalami penurunan, contoh dalam usaha UKM Pembuatan kripik dan daur ulang pelastik yang saat ini  dikembangkan, dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar lingkungan usaha sebanyak 70% dari wanita ibu rumah tangga maupun lansia.
Dari data tersebut kita dapat lihat Usaha tersebut dapat membantu mengurangi pengangguran, selain itu karena adanya Usaha ini pendapatan masyarakat seitar bertambah dengan hasil penjualan barang yang di hasilkan.
Karena adanya peningkatan pendapatan serta berkurangnya pengangguran, maka dapat dismpulkan bahwa kegiatan UKM ini dapat membantu meningkatkan taraf hidup bagi warga sekitar yang hidup disekitar wilayah usaha tersebut.
2.4 Memulai Merencanakan Membuka Usaha
Untuk memulai sebuah usaha baru, perlu dibuat perencanaan yang matang. Hal yang sangat penting adalah menentukan jenis usaha apa yang cocok untuk dimasuki. Hal ini terkait dengan kemampuan masing-masing orang, karena untuk membuat usaha baru, harus benar-benar memahami proses bisnis dari A-Z usaha yang akan digeluti, beserta risiko-risiko nya. Kira-kira produk apakah yang akan dijual atau diproduksi? kemana pemasarannya?  serta bagaimana segmen pasar yang akan dituju?
Berikut dibawah ini artikel terkait dengan hal tersebut  yang dapat dijadikan pertimbangan dan referensi bagi kita semua untuk memulai usaha sendiri.
Mulai dari yang Kecil
Pierre Omidyar dari e-bay, William Colgate dari Colgate, David Gold dari 99 Cents Only Store,  Dewitt dan Lila Wallce dari Reader’s Digest. Apa persamaan tokoh-tokoh ini? Mereka kaya, sukses dan mereka tidak bekerja untuk orang lain, tetapi memiliki usaha sendiri.
Mereka tidak memulai dari usaha besar, tetapi dari usaha kecil yang kemudian menjadi besar. Ingin tahu rahasia sukses mereka?
Memulai Usaha Sendiri
Memang banyak cara untuk meraih sukses. Salah satunya adalah dengan membangun usaha sendiri. 

Mengapa?
Menurut Jennifer Basye Sander dan Peter Sander dalam buku mereka Niche and Grow Rich, kekayaan sangat jarang diperoleh dengan bekerja untuk orang lain.
Pernyataan ini juga didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jual-beli rumah mewah, Merrill Lynch.
Untuk mengidentifikasi calon pembeli potensial, Merrill Lynch memutuskan untuk mempelajari profil dari pembeli-pembeli mereka yang termasuk dalam pembeli kelas utama (mereka yang memiliki aset di atas $ 5.000 juta).
Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa 70% dari pelanggan kelas wahid tersebut adalah mereka yang memiliki usaha sendiri (bukan mewarisi kekayaan dari orang tua mereka).
Mereka tidak bekerja bagi orang lain, tetapi bekerja untuk diri sendiri. Mereka bekerja keras, menabung, dan hidup hemat sampai akhirnya mereka berhasil mengumpulkan kekayaan dalam jumlah besar.
Orang yang bekerja untuk dirinya sendiri tidak hanya dapat mengumpulkan banyak kekayaan, tetapi yang lebih penting, mereka juga senang melakukan pekerjaan yang mereka pilih sendiri
.
Dari Mana?
Lisa Hammond, pendiri katalog barang yang dihasilkan oleh pengusaha wanita, dalam bukunya Dream Big mengatakan bahwa jika ingin mencari ”panggilan bisnis” yang cocok, amati sekeliling Anda dan catatlah semua hal yang menarik perhatian Anda.
Lisa Hammond sudah melakukan strategi ini dan sudah memiliki mimpi untuk terjun dalam bisnis yang bisa membantu para pebisnis wanita. Tetapi ia belum tahu bisnis apa yang harus ditekuninya. Untuk itu, ia membuka-buka majalah, surat kabar, pergi keliling kota, mengunjungi tempat-tempat yang dianggapnya menarik, dan berbicara pada orang-orang yang dianggapnya bisa memberikan ide bisnis. Setiap kali ia menemukan ide yang menarik, ia mencatatnya dalam Buku Ide Bisnisnya. Catatannya bisa berupa foto, satu kata, satu kalimat, satu guntingan gambar, artikel ataupun iklan. Semua ia kumpulkan sedikit demi sedikit. Beberapa buku sudah ia habiskan untuk mengumpulkan ide bisnisnya, sampai akhirnya ia menemukan ide bisnis yang paling pas untuknya, yaitu membuat Femail, katalog barang yang dihasilkan pengusaha wanita.
Cari Niche Market. Niche market adalah pasar khusus dengan kebutuhan khusus. Pasar ini memang pada awalnya tidak terlalu besar, tetapi memiliki pelanggan yang loyal jika kebutuhan mereka bisa terpenuhi.
Misalnya: begitu banyak majalah untuk wanita dan keluarga, kemudian salah satu penerbit majalah mendapat ide untuk meluncurkan majalah untuk para orang tua yang memiliki balita. Biasanya para orang tua (terutama yang baru memiliki anak pertama) belum paham mengenai cara mengurus anak dan mereka sangat butuh informasi mengenai segala sesuatu yang menyangkut perawatan anak balita mereka.
Lalu mengapa memulai dari niche market? Jika Anda baru memulai usaha, dan Anda ingin memulai usaha dari skala kecil, niche market merupakan titik awal yang paling aman (Jennifer Basye Sander dan Peter Sander, Niche and Grow Rich). Para pengusaha besar biasanya tidak bermain di pasar niche market, jadi persaingan juga relatif lebih mudah ditangani, dan target pasar di niche market umumnya akan menjadi loyal jika mereka memang dilayani dengan baik dan kebutuhan mereka dapat dipenuhi dengan tepat.
Langkah-langkah
Setelah menetapkan ide bisnis rinci yang akan Anda jalankan, berikut adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan untuk memulai ide bisnis tersebut.
Lakukan Penelitian.
Jika Anda memiliki modal terbatas, dan masih belum siap secara keuangan untuk benar-benar lepas dari pekerjaan tetap Anda, Anda bisa memulai dari skala kecil, misalnya dengan melayani keluarga, tetangga atau kenalan, ataupun mulai dari usaha rumah tangga.
Upaya ini dilakukan untuk melakukan tes pasar: bagaimana reaksi orang terhadap produk yang Anda tawarkan, apakah produk tersebut sudah baik, atau masih memerlukan perbaikan di beberapa bagian.
Semua kegiatan ini merupakan penelitian yang Anda lakukan, dan hasilnya bisa Anda jadikan pelajaran berharga untuk melakukan perbaikan sedikit demi sedikit sehingga Anda dan produk Anda benar-benar siap diluncurkan dengan skala yang lebih besar.
Misalnya jika Anda ingin berbisnis di bidang kue kering. Anda bisa menawarkan kue kering tersebut pada hari-hari raya kepada teman atau keluarga. Ketika mereka membeli jangan lupa menanyakan pendapat mereka mengenai produk tersebut (rasanya, tampilannya, harganya, bungkusnya). Pendapat ini dapat dijadikan masukan bagi perbaikan kualitas kue Anda berikutnya.
Susun Rencana Tindakan.
Setelah hasil penelitian yang Anda lakukan Anda pelajari dengan saksama, langkah selanjutnya adalah menindaklanjuti hasil penelitian tersebut dengan menyusun rencana yang lebih rinci untuk perbaikan dan peluncuran produk ke pasar yang lebih besar. Perencanaan ini bisa mencakup antara lain: penetapan nama produk, packaging dari produk, perbaikan proses produksi, jalur distribusi yang dipilih, modal tambahan yang diperlukan, orang-orang yang akan diajak bekerja sama (baik sebagai penanam modal, pegawai, ataupun penyalur produk), dan strategi pemasaran yang akan dijalankan (misalnya: dengan brosur, catalog, melalui website, e-mailing list, atau iklan di media komunitas RT/RW, organisasi sosial tempat Anda beraktivitas).
Implementasi Rencana.
Rencana yang telah disusun perlu ditindaklanjuti dengan tindakan nyata. Jika memang modal terbatas, rencana bisa direalisasikan secara bertahap dalam jangka waktu yang lebih panjang (namun, deadline tetap perlu untuk ditetapkan, agar Anda tetap terpacu untuk menyelesaikannya). Implementasi rencana perlu disertai dengan ketekunan dan kejelian untuk melakukan adaptasi terhadap situasi yang dihadapi. Mungkin saja Anda perlu melakukan penyesuaian terhadap rencana karena kondisi saat ini tidak seperti yang telah diperkirakan sebelumnya (ada kenaikan harga yang drastis, ada perubahan tren, resesi ekonomi, ataupun bencana alam dan bencana sosial).
Menjadi perusahaan global yang sesungguhnya yang dihargai dan dihormati oleh seluruh orang di seluruh dunia juga merupakan visi global Toyota untuk 2010.
Maka untuk memenangkan rasa percaya, memang diperlukan perjuangan dan ketekunan dalam menerjemahkan mimpi besar ke dalam tindakan nyata. Sudah banyak yang telah meraih sukses dengan memulai dari yang kecil.
Contoh Usaha Kecil yang Sukses
Berikut adalah beberapa orang yang telah memulai dari kecil dan akhirnya meraih sukses besar.
Disney. Tahukah Anda bahwa Walt Disney memulai usahanya dari sebuah gudang milik pamannya yang diubah menjadi sebuah studio? Pada saat itu, film-film yang dibuat adalah film-film layar lebar, Disney dan kakaknya melihat peluang besar di sebuah niche market (pembuat film kartun). Namun karena keterbatasan modal, mereka meminjam gudang milik paman mereka untuk memulai produksi film mereka yang pertama. Usaha di gudang ini kemudian berkembang menjadi kerajaan bisnis di dunia hiburan dengan penghasilan yang terus meningkat melalui film-film blockbusters yang dihasilkannya. Sekarang, selain usaha film kartun, Disney juga berhasil membangun ”Dunia Fantasi”, yaitu sebuah taman hiburan yang besar dan modern yang dikunjungi jutaan orang per tahunnya.
Reader’s Digest. Majalah yang sudah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa dan sudah melekat di hati jutaan pembaca di seluruh dunia selama beberapa dekade ini dibidani oleh Dewitt and Lila Wallace. Pasangan suami isteri Wallace ingin membagikan semangat juang dan kiat sukses kepada para pembacanya setelah terpukul oleh kepedihan dan kehancuran yang disebabkan oleh perang dunia. Dengan dana yang terbatas, mereka memulai pembuatan majalah ini dari skala kecil. Majalah ini pun dibuat dengan ukuran yang ekonomis (ukuran kecil, jauh lebih kecil dari majalah lain pada umumnya). Namun, dengan isi yang dirasakan bermanfaat oleh para pembaca, majalah ini akhirnya berkembang menjadi majalah internasional yang beredar di berbagai negara, dengan oplah yang mencapai jutaan eksemplar.
BAB 3
KESIMPULAN
Jadi keseimpulan dari data yang diperoleh adalah terdapat hubungan timbal balik yang saling menguntungkan dengan pendirian UKM dengan Kesejahteraan warga sekitar. Karena dengan adanya kenaikan pendapatan dan berkurangnya pengangguran maka kualitas kehidupan masyarakat didaerah sekitar endirian UKM meningkat.
BAB 4
PENUTUP
Sekian makalah yang dapat saya kumpulkan terimakasih atas perhatiannya dan semoga bisa menjadi manfaat bagi yang membacanya, keritik dan saran sangat membantu untuk membuat makalah ini lebih baik lagi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar