Tampilkan postingan dengan label Tugas Prilaku konsumen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Prilaku konsumen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Oktober 2013

Rabu, 09 Oktober 2013

Proses pengambilan keputusan oleh konsumen

Proses pengambilan keputusan pembelian :
Prilaku pasar merupakan prilakan suatu ilmu yang mempelajari mengamati prilaku individual sebagai konsumen untuk memenuhi kebutuhannya.

Kali ini kita akan membahas mengenai model proses pengambilan keputusan dalam pembelian yang dilakukan oleh konsumen yang memiliki kebutuhan untuk di penuhi.

Dalam Proses pengambilan keputusan (untuk membeli atau tidak membeli) oleh decider (penentu) melalui beberapa tahap sehingga keputusan tersebut diambil, yaitu sebagai berikut :
1.    Perumusan Masalah
2.    Pengumpulan Informasi
3.    Pengembangan
4.    Penentuan alternatif terbaik atau pengambilan keputusan
5.    Kegiatan yang di lakukan setelah keputusan di ambil

Masalah :
Adanya kesenjangan yang terjadi antara keadaan sekarang (kondisi nyata) dengan keadaan yang di harapkan (kondisi ideal)

Informasi :
Informasi di butuhkan sebagai dasar pengambilan keputusan

Evaluasi Alternatif :
Alternatif pilihan untuk menelakukan pembelian atau tidak  produk tertentu (merk) tertentu yang di pengaruhi oleh pertimbangan atribut

Keputusan :
Hasil evaluasi alternatif yaitu keputusan pembelian atau tidak terhadap suatu produk

(Budiarto, teguh (1993). Dasar pemasaran. Jakarta: gunadarma )                 

a.  Model Perilaku Pengambilan keputusan

·    Model Ekonomi yang dikemukakan oleh ahli ekonomi klasik dimana keputusan orang itu rasional, yaitu berusaha mendapatkan keuntungan marginal sama dengan biaya marginal atau untuk memperoleh keuntungan maksimum

·  Model Manusia Administrasi Dikemukan oleh Herbert A. Simon dimana lebih berprinsip orang tidak menginginkan maksimalisasi tetapi cukup keuntungan yang memuaskan

·   Model Manusia Mobicentrik Dikemukakan oleh Jennings, dimana perubahan merupakan nilai utama sehingga orang harus selalu bergerak bebas mengambil keputusan

·  Model Manusia Organisasi Dikemukakan oleh W.F. Whyte, model ini lebih mengedepankan sifat setia dan penuh kerjasama dalam pengambilan keputusan

·     Model Pengusaha Baru Dikemukakan oleh Wright Mills menekankan pada sifat kompetitif

·     Model Sosial Dikemukakan oleh Freud Veblen dimana menurutnya orang sering tidak rasional dalam mengambil keputusan diliputi perasaan emosi dan situasi dibawah sadar

b.   Model Preskriptif dan Deskriptif
Fisher mengemukakan bahwa pada hakekatnya ada 2 model pengambilan keputusan, yaitu:
·      Model Preskriptif Pemberian resep perbaikan, model ini menerangkan bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan.

·  Model Deskriptif Model ini menerangkan bagaimana kelompok mengambil keputusan tertentu


Tipe Pengambilan keputusan ( Decision making) : adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternative untuk mencapai sasaran.

Keputusan dibagi dalam 3 tipe :

(1) Keputusan terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yg berulang2 dan rutin, sehingga dapt diprogram.

(2) Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur.

(3) Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi.


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH

Konsumen menggunakan pemecahan masalah yang terbatas ketika mereka melakukan sedikit usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hal ini sering dilakukan oleh konsumen ketika membeli suatu produk yang telah mereka gunakan sebelumnya

Faktor-faktor yang mempengaruhi jangkauan pemecahan masalah :
1.Alternatif-alternatif dibedakan dengan cara yang relevan
2.Tersedia waktu yang memadai
3.Terdapat tingkat keterlibatan (relevansi pribadi) yang tinggi yang menyertai
pembelian.

Terdapat 5 faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:
1.Motivasi (motivation)
2.Persepsi (perception)
3.Pembentukan sikap (attitude formation)
4.Integrasi (integration)
5.Pembelajaran (learning)

D. PEMBELIAN
Struktur Keputusan Membeli
Struktur keputusan membeli penting,karena sesudah menetukan kebutuhan dan mempunyai keinginan akan produk tertentu, konsumen diharapkan untuk memunculkan keputusan untuk membeli. Ada tujuh struktur keputusan membeli yang mempengaruhi konsumen

1. Keputusan tentang jenis produk
Konsumen dapat memutuskan untuk membelanjakan uangnya untuk membeli produk X atau tujuan lain selain melakukan pembelian.

2. keputusan tentang jenis produk
Konsumen memutuskan untuk membeli produk X dengan bentuk tertentu (ukuran, mutu, corak,dan sebagainya).

3. keputusan tentang merek
Konsumen memutuskan merk yang akan diambil. Perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen memilih sebuah merk.

4. keputusan tentang penjualan
Konsumen memutuskan dimana akan membeli ( termasuk pedagang besar, pengecer) Harus mengetahui bagaimana konsumen memilih penjual tertentu.

5. Keputusan tentang jumlah produk
Konsumen memutuskan jumlah produk yang akan dibeli

6. keputusan tentang waktu pembelian
Konsumen memutuskan kapan harus membeli (kapan uang/kesempatan tersedia).

7. Keputusan tentang cara pembayaran
Konsumen memutuskan mode pembelanjaan yang disukainya

E. DIAGNOSA PERILAKU KONSUMEN

Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal,yaitu
1. merancang strategi pemasaran yang baik
2. merencanakan keputusan
3.pemasaran sosial (social marketing)

Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen yaitu :
1.Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya.

2.Pendekatan kedua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi.

3.Pendekatan ketiga disebut sebagai sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika.

Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen serta strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.


Rabu, 02 Oktober 2013

Perilaku konsumen dan cakupan prilaku konsumen

PENDAHULUAN 1



Prilaku Konsumen dan Cakupan Prilaku Konsumen

Siapa sebenarnya konsumen itu ?
Dalam mempelajari pemasaran tentunya kita sudah sering mendengar tentang konsumen, pertanyaan yang saat ini timbul adalah taukah kalian siapakah yang di definisikan sebagai konsumen.
Pasar konsumen adalah kelompok individual (perorangan maupun rumah-tangga) yang membeli dan mengkonsumsi barang atau jasa untuk kepentingan pribadi maupun keluarganya, tidak ada maksud lain.

(Budiarto, teguh (1993). Dasar pemasaran. Jakarta: gunadarma )

Dari definisi pasar konsumen kita dapat mendefinisikan bahwa konsumen adalah seseorang (individual) yang mengkonsumsi barang atau jasa untuk kepentingan pribadi maupun keluarganya, dan tidak memiliki maksud lain.

Selain itu kita dapat melihat definisi konsumen menurut hukum tertulis sebagaimana PASAL 1 ANGKA 2 UU NO. 8 TAHUN 1999 yang mendefinisikan Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak diperdagangkan

Dalam menjalankan usaha konsumen memberikan permintaan yang harus di di penuhi kebutuhannya, apabila kita dapat melihat peluang deman tersebut maka kita dapat membuat suatu usaha yang mungkin dapat menghasilkan profit apabila kita melakukan sebuah reset atau penelitian lebih lanjut sebelum menjalankan usaha yang di hasilkan peluangan yang kita dapatkan dari kebutuhan konsumen.

Ciri-ciri konsumen :
Dua wujud konsumen

1. Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri.

2. Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.


Kekuatan utama yang dapat mempertajam penelitian konsumen
1.       Membantu mereka untuk mengetahui  keinginan, kebutuhan sekaligus dengan kepuasan konsumen.

2.       Implikasi yang banyak disarankan untuk menjadikan pemasaran berhasil adalah kenalilah konsumen anda, berilah apa yang mereka inginkan, gunakan media yang menjadi sasaran dan media baru, gunakan non-media, capailah konsumen di toko, tajamkan promosi, bekerja sama dengan pengecer.


                                                                                                                    

Segmentasi Pasar dan Analisis Demografi

Pengertian Segmentasi Pasar dan Kepuasan Konsumen
Segmentasi pasar adalah proses membagi-bagi pasar yang semula berprilaku heterogen menjadi beberapa kelompok pasar sekarang berprilaku lebih seragam. Atau proses mengkelompokanbagian-bagian pasar yang berprilaku sama dari keseluruhan prilaku pasar yang beragam.

Pengertian Segementasi Pasar menurut ahli :
a. Pride & Ferrel (1995)
mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli dan sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.

b. Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254)
pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307).


Dalam memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen sebuah perusahaan harus melakukan segmentasi pasar untuk melihat peluang yang ada, karena output dari sebuah segmentasi pasar adalah informasi tentang pasar sehingga perusahaan mengetahui produk apa yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan serta kepuasan konsumen.

Basis Segmentasi Pasar
Basis segmentasi pasar (pembagian pasar) bagi produk perusahaan satu dengan yang lain belum tentu sama. Basis segmentasi untuk pasar konsumen yang paling umum dapat digunakan adalah aspek :
ü  Geografis ( wilayah, pemukiman, perkotaan, dsb)
ü  Demografis( usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan pekerjaan, Dsb)
ü  Psikografis( sikap, motivasi, presepsi, dsb) 
ü  prilaku yang lebih seragam( membeli, mengkonsumsi, dsb) 

Proses segmentasi pasar meliputi :
identifikasi basis segmentasi pasar> mengumpulkan informasi pasar> mengembangkan komposisi profil segmen>analisis peluang pasar>penetapan peluang pasar

Penetapan Sasaran Pasar
Penentuan pasar dilakukan untuk menentukan segmentasi yang akan di lakukan oleh perusahaan untuk mengelompokan pasar sebelum melakukan segmentasi pasar, Faktor yang perlu di perhatikan dalam menentukan dalam penetapan pasar :
ü  Luas dan pertumbuhan segmen pasar
ü  Struktur pasar
ü  Tujuan dan kapasitas perusahaan

kriteria efektifitas segmentasi pasar :
accessable (dapat dijangkau)
measureabe( dapat di ukur)
profitable(memberikan keuntungan


Segmentasi dan Profitabilitas :
Untuk mengukur efektifitas atau keberhasilan segmentasi pasar dapat di ukur dengan teori profitabilitas, apakah kegiatan segmentasi pasar yang dilakukan berpengaruh atau tidak terhadap keuntungan yang di dapat perusahaan.

(Budiarto, Teguh (1993). Dasar pemasaran. Jakarta : penerbit Gunadarma)

Contoh perusahaan :
Nama
:
Agung Podomoro Land Tbk
Kode
:
APLN
Alamat Kantor
:
Podomoro City - APL Tower, Lt. 45 Jl. Letjen. S. Parman Kav. 28 Jakarta 11470
Alamat Email
:
No. Telepon
:
021-29034567
Faks
:
021-29034556
NPWP
:
02.380.812.4-038.000
NPKP
:
-
Situs
:
Tanggal IPO
:
11-Nop-2010
Papan
:
Utama
Bidang Usaha Utama
:
Pengembangan, pengelolaan dan penyewaan properti terpadu yang meliputi apartemen, perhotelan, perkantoran, pusat perbelanjaan dan pusat rekreasi beserta fasilitasnya
Sektor
:
PROPERTY, REAL ESTATE AND BUILDING CONSTRUCTION
Sub Sektor
:
PROPERTY AND REAL ESTATE
Biro Administrasi Efek
:
PT Datindo Entrycom



Company at a glance


PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) is a leading integrated diversified real estate owner, developer and manager in the retail, commercial, and residential real estate segments with diversified holdings. We have an integrated property development model, from land acquisition and/or sourcing, to design and development, to project management, sales, commercial leasing and marketing, to the operation and management of our superblock developments, shopping malls, offices, hotels, and residential apartments and houses. We are known as a pioneer of the superblock development. Our high quality landmark projects, to name a few are Podomoro City, Kuningan City, and Senayan City.

APLN was established on July 30, 2004 under the name PT Tiara Metropolitan Jaya. In 2010, our shareholders completed a corporate restructuring, pursuant to which six developments and their holding companies were transferred to our control.APLN, is the flagship listed entity (IDX:APLN) of Agung Podomoro Group (APG), is one of the fastest growing and largest real estate developers in Indonesia with interests in superblocks, retail properties, office, apartments and residential, and hotels.APG established its first development, a housing complex in Simprug area, South Jakarta, in 1969 and completed itsconstruction in 1973. From 1973 to present, members of APG completed or begun construction of more than 70 propertyprojects, with majority addressed to middle class segments of society, with projects ranging from low cost apartments to high end apartments in South Jakarta, high end and the neighborhood mall, shop houses, hotels and office towers.

APLN combines a visionary approach to design with an emphasis on rapid execution and time to market. With our unique business model, we adopt fast churn concept with high capital turnover. Unlike other developers with massive landbank, we will only manage sizeable landbank to be directly developed mostly into mixed-use/superblock in the city. Drawing on the experience and resources of the Agung Podomoro Group, we have been responsible for bringing a number of landmark properties on the market such as our flagship Central Park development and the high profile Senayan City Mall. We also pioneered the superblock concept, bringing together residential, retail, leisure and office space within one integrated high rise development complex to create a pleasant and extremely convenient urban living space, with both sale and lease components.

Our “Back to the City” campaign has continued to provide consumers with an alternate way of living through our one-stop-living high quality Superblock developments, which offer the possibility for a balanced and pleasant urban lifestyle to thousands of consumers.

By working quickly and efficiently, our flexible and scalable model keeps use of capital and resources to a minimum at any given time. In addition, capitalizing on our network and good brand name, our strong and experienced marketing team is typically able to generate strong advance interest for cash generation through sales, deposits, and installments. We also pay close attention to the mix of revenues streams coming from sales versus recurring revenues.





Segmentasi yang dilakukan Agung Podomoro Land:
Dalam artikel tentang profil perusahaanya kita dapat melihat Agung Podomoro Land melihat ada peluang yang tercipta akibat dari pertumbuhan penduduk yang begitu luar biasa di Indonesia, maka dari itu APL ini melihat peluang bisnis untuk membuat suatu inovasi tentang sebuah hunian yang berkualitas terbaik untuk kalangan atas demi mewujudkan kenyamanan serta kepuasan bagi para konsumennya, dalam hal ini APL memutuskan untuk menjalankan bisns properti dengan konsumen kalangan atas yang mapan tentunya agar mendapatkan kenyamanan bertempat tinggal.

Setiap proyek yang akan di kerjakan oleh APL selalu mempertimbangkan aspek geografis dalam hal ini merupakan lokasi terbaik untuk sebuah hunian maupun pusat perbelanjaan dengan akses yang mudah di jangkau serta memiliki kualitas terbaik di kelasnya, karena proyek yang di tangani memiliki sasaran kalangan atas maka semua detail perlu di kerjakan sebaik mungkin, tepat waktu dan tepat sasaran.

Dari segmentasi yang dilakukan ditemukanlah peluang yang dapat di manfaatkan  dan dengan konsistensinya terhadap bidang properti ini Agung Podomoro Land berhasil membuat inovasi baru sebagai pelopor super blok yang memiliki fasilitas yang lengkap mewah serta memenuhi kebutuhan kenyamanan bagi para konsumennya. Dan dapat kita lihat proyek super blok yang sangat terkenal dari Agung Podomoro Land adalah Central Park, selain itu proyek lainnya yang tidak kalah berkembangnya adalah podomoro land, senayan city mall dan masih banyak yang lainnya.

So from the Agung Podomoro land experience we can get the conclusion if we have the choice get it, if we consistant with the time we will find the success, not now but eventually will come for anyone who wanna try and it’s work.